Review Film Sing 2
Sing 2: Petualangan Moon Menaklukkan Redshore City
Karya: Nurdiya Khairani
Setelah sukses dengan film bertajuk Sing yang dirilis tahun 2016 rumah produksi Illumination kembali merilis sekuel film keduanya yang berjudul Sing 2. Garth Jennings kembali menjadi sutradara sekaligus penulis naskah dalam film ini, bersama Christopher Meledrandi dan Janet Healey sebagai produser. Mereka menggaet banyak penyanyi, serta aktor dan aktris ternama Hollywood untuk menjadi pengisi suara di film animasi ini.
Sing 2 telah tayang di bioskop Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2022 dan dapat juga di saksikan lewat layanan Disney Plus Hotstar. Buat kamu yang belum yakin untuk nonton Sing 2, yuk simak beberapa ulasan berikut.
1. Berkisah tentang sekelompok pemain drama musikal yang ingin menggapai mimpi
Film animasi bergenre komedi musikal ini bercerita mengenai keinginan Buster Moon (Matthew McConaughey), yakni seorang pemilik teater tersukses di Catalonia untuk dapat membawa grup drama musikalnya tampil di Crystal Tower Theater yang berada di Redshore City. Padanan dari Las Vegas, Redshore City adalah pusatnya dunia pertunjukkan, dimana hanya seniman-seniman terpilih yang mampu tampil disana. Demi mewujudkan keinginannya, Moon mengundang Suki (Chelsea Peretti) seorang pencari bakat dari Crystal Tower Theater untuk menilai penampilan grup arahannya. Tapi ternyata Suki menganggap penampilan drama musikal di teater Moon tidak mampu membawa mereka untuk berdiri di panggung Crystal Tower Theater.
Tidak terima diremehkan, Moon bersama rekan-rekannya yaitu Rosita (Reese Whiterspoon), Ash (Scarlett Johansson), Johnny (Taron Egerton), Meena (Tori Kelly), Gunter (Nick Kroll), serta Miss Crawly (Garth Jennings), nekat pergi ke Crystal Tower Theater untuk tampil secara langsung di hadapan pemilik teater terbesar di Redshore City, Mr. Crystal (Bobby Cannavale) tanpa persiapan apapun.
2. Menawarkan cerita yang sederhana namun penuh makna
Secara garis besar, film ini mengisahkan tentang perjuangan sekelompok pemain drama musikal yang berani mengambil langkah besar dalam menggapai impian mereka. Kisah tersebut memperlihatkan berbagai tantangan dan masalah yang sebenarnya sering dijumpai oleh orang dewasa. Film ini juga berisi sindiran bagi orang dewasa yang menyerah begitu saja saat menerima banyak komentar miring ketika mereka memimpikan sesuatu yang besar. Namun sang sutradara mampu mengemasnya dengan bahasa yang lebih sederhana sehingga dapat dipahami oleh penonton dari segala usia.
3. Plot twist dan character development yang menarik
Jika membandingkan dengan prekuelnya, tentu banyak yang setuju bila film Sing 2 ini lebih menarik, lebih hidup, dan lebih berkembang dari film pertamanya. Selama 110 menit kita disuguhkan alur cerita yang tidak mudah ditebak dan mampu membuat penonton berfikir sejenak tentang bagaimana nasib karakter-karakter yang ada di dalam film ini selanjutnya. Character development yang ditunjukkan oleh tokoh Porsha (Halsey) dan Clay Calloway (Bono) pun disampaikan dengan begitu apik, menjadikan film satu ini sarat akan pesan sederhana yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
4. Menyuguhkan pentas yang spektakuler
Berawal dari ide gila Gunter dan Moon, siapa sangka mereka benar-benar berhasil mewujudkan mimpi mereka untuk tampil di Crystal Tower Theater. Pentas yang bertema sci-fi dengan judul "Out of This World" itu terasa sangat megah dan spektakuler. Audio visual dan sinematografi yang disajikan ketika pementasan Moon dan rekan-rekannya tidak main-main. Terlebih sebagai film yang bergenre musikal, Sing 2 diketahui menggunakan sekitar 40 lagu dengan berbagai genre dalam ceritanya. Berbagai karya musisi kelas dunia yang telah diaransemen ulang memberikan warna tersendiri dan jarang dijumpai di film lain. Atmosfer ketika pentas dimulai seolah membawa kita benar-benar berada di Crystal Tower Theater dan ikut menyaksikan penampilan mereka secara langsung.
Pentas yang dibintangi oleh Rosita ini memiliki pengaturan panggung yang variatif dengan empat planet yang memiliki kisah masing-masing dan dihuni oleh berbagai individu yang unik pula. Mulai dari planet war, planet joy, planet love, hingga planet despair. Tidak berhenti disitu, di setiap planet akan ditampilkan satu pertunjukkan khusus dari tiap-tiap karakter. Jadi tidak hanya bernyanyi, mereka juga diharuskan untuk menari bahkan berkelahi.
Garth Jennings benar-benar membawa hampir semua aspek yang ada di film sebelumnya menjadi jauh lebih baik di film ini, mulai dari segi alur cerita hingga sinematografi. Pesan yang dibawa pun ringan dan dapat diterima dengan mudah oleh penonton dari berbagai rentang usia. Plot twist dan lagu-lagu yang terdapat di film ini juga semakin menambah semarak. Secara keseluruhan, Sing 2 sangat cocok untuk disaksikan bersama keluarga dan orang terdekat.
Komentar
Posting Komentar